Alat musik bisa dibedakan berdasarkan sumber bunyinya. Salah satu kelompok yang menarik adalah alat musik idiophone. Jenis alat musik ini menghasilkan suara dari getaran tubuhnya sendiri tanpa bantuan senar atau membran. Cara kerjanya sederhana, tetapi bunyi yang dihasilkan sering terdengar indah dan khas.

Apa Itu Alat Musik Idiophone?
Istilah “idiophone” berasal dari bahasa Yunani, yaitu “idio” yang berarti “sendiri” dan “phone” yang berarti “suara.” Jadi, alat musik ini dapat menghasilkan bunyi tanpa bantuan senar, membran atau udara bergetar di dalam tabung.
Jenis alat musik ini sudah dikenal sejak ribuan tahun lalu. Pada masa batu, manusia menciptakan irama dengan memukul batu, tulang atau kayu, bahkan dengan bertepuk tangan. Dari bunyi-bunyian sederhana itu, lahirlah dasar prinsip idiophone yang masih digunakan hingga kini.
Ciri-Ciri Utama Instrumen Musik Idiophone
Ciri khas alat musik ini bisa dikenali dari beberapa hal. Pertama, bunyinya muncul dari getaran bahan utama yang digunakan. Tidak seperti alat musik gitar yang memakai senar atau drum dengan membran, idiophone hanya mengandalkan resonansi tubuhnya.
Kedua, bahan pembuatnya sangat beragam, mulai dari kayu, logam, bambu, batu, hingga kaca. Jenis bahan ini memengaruhi warna dan karakter suara yang dihasilkan.
Ketiga, cara memainkannya pun bervariasi. Beberapa dimainkan dengan dipukul, digoyangkan, digesek, dibenturkan, atau bahkan dipetik.
Perbandingan Jenis dan Cara Memainkan Musik Idiophone
Berdasarkan teknik memainkannya, idiophone terbagi menjadi beberapa jenis yang menunjukkan keragaman dan kreativitas manusia dalam menciptakan suara. Setiap jenis memiliki cara memainkan yang unik serta menghasilkan karakter bunyi yang berbeda.
Jenis percussion dimainkan dengan cara dipukul, baik menggunakan tangan maupun alat pemukul. Contohnya adalah gong, xylophone, dan kolintang yang menghasilkan nada kuat dan ritmis. Sementara itu, jenis shaken dimainkan dengan cara digoyangkan atau dikocok, seperti pada marakas dan angklung, yang menimbulkan bunyi berulang dan ringan.
Berbeda dengan itu, jenis concussion mengeluarkan bunyi ketika dua bagian alat dibenturkan satu sama lain, seperti simbal atau ceng-ceng yang biasa digunakan untuk menambah aksen dalam musik. Jenis plucked dimainkan dengan cara memetik bilah alatnya, misalnya kalimba dan rinding, yang menghasilkan nada lembut dan melodis.
Sedangkan, jenis scraped mengeluarkan suara ketika permukaannya digosok, seperti guiro, menciptakan ritme khas yang sering digunakan dalam musik Latin. Terakhir, jenis friction dimainkan dengan cara digesek secara khusus, seperti glass harmonica, yang memberikan bunyi halus.
Contoh Alat Musik Idiophone dari Berbagai Negara
Beberapa instrumen idiophone terkenal berasal dari berbagai belahan dunia dan memiliki ciri khas tersendiri.
-
Angklung
Berdasarkan review @AryaNara yang dibagikan di YouTube channelnya, satu set angklung bisa menghasilkan 18 nada yang tersusun dari tabung besar hingga kecil. Keaslian instrumen ini dapat diketahui mulai dari aroma bambu alami hingga suara khas yang dihasilkan saat digoyangkan. Meski biasanya dimainkan berkelompok, penggunanya juga bisa memainkannya sendiri atau berdua saja.
-
Kalimba
Kalimba berasal dari Afrika dan sering disebut “piano jari.” Bentuknya kecil, dimainkan dengan cara memetik bilah logam menggunakan jempol. Suaranya lembut, tenang, dan enak didengar. Kalimba termasuk jenis idiophone petik yang kini banyak digemari di berbagai negara.
-
Xylophone
Xylophone terdiri atas bilah kayu yang disusun sesuai urutan nada. Permainannya dilakukan dengan memukul setiap bilah menggunakan stik kecil. Suaranya tajam dan jernih. Dalam versi modern, bilah kayu diganti logam dan dilengkapi resonator, dikenal dengan sebutan marimba atau vibraphone.
Dari berbagai contoh di atas, terlihat bahwa alat musik idiophone memiliki keunikan tersendiri. Bentuknya sederhana, tetapi perannya besar dalam sejarah musik. Keindahan bunyinya membuat jenis alat musik ini tetap bertahan dari masa ke masa, bahkan hingga kini digunakan dalam musik modern. /Fitri



