Perkembangan Angklung Caruk Banyuwangi dan Instrumen Pengiringnya

Posted on

Angklung menjadi salah satu alat musik tradisional yang berasal dari bambu. Alat musik ini berasal dari Pulau Jawa, khususnya Jawa Barat. Seiring perkembangan zaman, alat semakin menyebar ke beberapa wilayah hingga kehadiran angklung caruk Banyuwangi. 

Angklung Caruk Banyuwangi
Tour Banyuwangi

Mengenal Angklung Caruk Banyuwangi dan Instrumen Pengiringnya

Khusus di wilayah Jawa Barat, angklung dimainkan di beberapa upacara tradisional. Alat musik ini juga dikaitkan dengan mitos Dewi Sri sebagai lambang dewi padi. 

Awalnya, angklung digunakan masyarakat desa pada upacara penghormatan. Alat ini juga digunakan sebagai persembahan terhadap Dewi Sri agar lahan pertanian bisa tumbuh subur. 

Perkembangan Angklung Banyuwangi

Pada tahun 1942, masyarakat Banyuwangi menciptakan kreasi baru menggunakan instrumen angklung. Hal ini digunakan untuk mengiringi tembang Using pada masa penjajahan Jepang. 

Kabarnya, keberadaan angklung tersebut sudah ada sejak zaman Kerajaan Blambangan. Kemudian, angklung banyak dimanfaatkan sebagai pengiring berbagai jenis tarian. 

Hingga akhirnya, Mohammad Arif menciptakan angklung untuk mengiringi tembang Using. Ia adalah seorang pemusik handal dari Temenganggungan.

Angklung Banyuwangi sendiri terbuat dari bilahan atau tabung bambu. Bilahan bambu ini disusun dari nada terendah hingga tertinggi dalam nada slendro khas Banyuwangian. 

Biasanya, angklung disusun dalam tiga oktaf tangga nada pentatonik sebanyak 15 nada. Nada terendah ada di bagian kiri penabuhnya. Alat disusun berurutan hingga nada tertinggi di sebelah kanan. 

Mengenal Angklung Caruk

Kesenian angklung caruk yang semakin digemari mendorong pemain musik di berbagai daerah untuk mendirikan sebuah komunitas. Bahkan, mereka juga menggelar pertandingan antar grup yang disebut angklung caruk Banyuwangi. Pada tahun 1938, angklung caruk sudah mulai banyak dimainkan. 

Angklung caruk merupakan pertunjukan kompetisi atau perlombaan musik yang terdiri dari grup angklung. Para pemain saling berhadapan, kemudian bergantian memainkan gaya dalam lagu menggunakan bahasa Using. Biasanya, lagu tersebut berisi pesan untuk para penonton. 

Sebagai informasi, istilah caruk diambil dari kata kecaruk yang memiliki makna bertemu. Pertemuan yang dimaksud adalah bertemunya dua kelompok seniman angklung yang saling mengadu kemampuan musikal mereka. 

Dua kelompok angklung caruk akan ditampilkan dalam satu panggung. Masing-masing grup memperlihatkan kemampuan secara bergantian. Hal ini diiringi dengan tembang Banyuwangian untuk merebut gelar sebagai kelompok terbaik. 

Instrumen Angklung Caruk

Sebenarnya, ada beberapa alat yang digunakan dalam pertunjukan angklung caruk. Angklung yang digunakan dalam pementasan ini biasanya memiliki hiasan ular melingkar berkepala satria. Mirip seperti pertunjukan wayang Jawa Ontoseno dan Ontorejo. 

Hiasan dalam angklung menggambarkan nasehat kepada pemain angklung. Pesan yang tersampaikan mencakup pertunjukan angklung caruk harus tetap berjalan sepanas apapun situasinya. 

Berikut iringan instrumen yang menyertai angklung caruk Banyuwangi. 

  • Saron, peking dan selentem: Terbuat dari logam besi, baja atau bahan lain dengan bentuk pipih melengkung. 
  • Gong dan kethuk: Terbuat dari logam, baja atau drum yang berbentuk lingkaran dan diberi kupingan atau tambahan pinggiran berbentuk lingkaran. 
  • Kendang: Terbuat dari kayu. Biasanya menggunakan bonggol atau batang bagian bawah pohon kelapa. 

Perbandingan Format Pertunjukan Angklung Caruk vs Angklung Paglak

Secara umum, angklung paglak banyak dimainkan di Desa Kemiren, Banyuwangi. Alat ini cukup sederhana dengan bambu berukuran panjang sebanyak tujuh buah dengan uluran benang memanjang. Sementara itu, angklung caruk banyak dipertunjukkan di kompetisi atau perlombaan musikal. Pertunjukan ini terdiri dari dua grup angklung yang saling berhadapan dan bergantian memainkan lagu. Instrumen tambahannya sendiri cukup lengkap. Melibatkan alat-alat seperti saron, peking, selentem, gong, kethuk dan kendang. 

Review seputar angklung caruk bisa dilihat dari video di kanal Youtube Balai Bahasa Jawa Timur. Instrumen yang terdengar di dalam video terkesan gesit dan lincah. Alat ini dimainkan dengan cara digoyangkan sehingga menghasilkan bunyi. Menurut pemilik video, pementasan angklung caruk dihiasi dengan ornamen Gatotkaca atau simbol lain yang menggambarkan masyarakat Banyuwangi terhadap budaya lokal. Pertunjukan angklung bukan sekedar adu keterampilan saja. Melainkan menjadi ajang untuk mengekspresikan kekayaan seni dan mempererat kebersamaan. 

Secara keseluruhan, angklung caruk banyuwangi dipertunjukkan dengan format yang lebih kompleks sebagai kompetisi antar grup. Berbeda dengan angklung paglak yang biasanya digunakan dalam format pertunjukan lebih sederhana. /Siti