Berbicara tentang alat musik tradisional memang tidak ada habisnya. Setiap daerah di Nusantara menyimpan kekayaan budaya berupa instrumen khas yang berperan penting dalam upacara adat, hiburan, maupun identitas masyarakat. Salah satunya talempong pacik.

Mengenal Alat Musik Talempong Pacik
Talempong merupakan alat musik tradisional Minangkabau yang dibunyikan dengan cara dipukul menggunakan stik (kayu). Dalam masyarakat Minangkabau, istilah talempong merujuk pada alat musik gong kecil.
Sementara “Pacik” dalam bahasa Indonesia berarti pegang. Jadi, talempong pacik adalah alat musik yang dibunyikan dengan cara dipegang dan dipukul.
Talempong sendiri terbuat dari campuran tembaga, timah putih dan besi putih. Hasil kombinasi ketiganya kemudian dipatri oleh pandai besi hingga membentuk gong mungil dengan tonjolan di bagian tengah.
Ketika pemain pukul, talempong menghasilkan suara mendengung yang khas. Suara ini kemudian diharmonisasikan dengan talempong bernada lain dan instrumen pengiring. Sehingga mampu menciptakan rangkaian melodi yang indah.
Cara Memainkan Talempong
Seperti telah tertera di atas, talempong pacik dimainkan dengan cara dipukul dengan stik menggunakan tangan kanan. Teknik memegangnya memang sedikit rumit, karena harus menopang dua buah talempong sekaligus.
Seperti dapat kita lihat di kanal YouTube Yulman Yudhistira. Dimana ibu jari tangan kiri memegang bagian atas talempong. Jari telunjuk berfungsi sebagai pembatas antara kedua talempong agar tidak saling bersentuhan. Tiga jari lainnya, jari tengah, manis dan kelingking memegang bagian bawah talempong. Talempong bagian atas biasanya memiliki nada rendah, sedangkan sisi bawah menghasilkan nada tinggi. Kombinasi nada itulah yang memungkinkan pemain menciptakan pola ritmis dan saling bertaut.
Genre permainan talempong pacik mengutamakan jalinan ritmik yang berkembang menjadi melodi-melodi pendek. Permainan ini umum diiringi oleh alat musik tradisional Minangkabau lainnya. Termasuk alat musik gendang (gandang), rapa’i (frame drum) dan pupuik gadang sebagai pembawa melodi.
Adapun pemain talempong pacik biasanya terdiri dari tiga orang. Masing-masing memegang dua buah talempong (sepasang). Ketiganya harus memiliki kekompakan tinggi karena permainan talempong pacik bergantung pada harmoni ritme yang terpadu.
Kegunaan Alat Musik Talempong
Seperti halnya banyak alat musik tradisional Sumatera Barat, talempong pacik kerap dimainkan dalam berbagai acara adat dan perayaan. Instrumen ini dapat kita temukan dalam sejumlah event. Misalnya saja pesta pernikahan, penyambutan tamu,perhelatan adat nagari, serta event seni tradisi.
Selain sebagai pengiring acara adat, talempong pacik juga sering dilombakan hingga ke tingkat provinsi sebagai upaya pelestarian budaya. Biasanya para peserta yang ikut lomba bisa dari kalangan pelajar, mahasiswa atau masyarakat umum.
Perbedaan Pacik dan Duduak
Pada dasarnya, terdapat dua jenis talempong yang populer di kalangan masyarakat Minangkabau, yaitu pacik dan duduak. Perbedaan keduanya terletak pada cara memainkannya.
Talempong pacik dimainkan dengan cara dipegang (dipacik) dan digunakan terutama dalam permainan ritmis. Sedangkan duduak dimainkan dengan cara diletakkan pada rel atau bantalan. Umumnya sebagai alat musik melodis, mirip konsep gamelan.
Meskipun begitu, dalam kehidupan sehari-hari masyarakat sering menyebut keduanya hanya sebagai “talempong” atau bahkan “calempong”. Pengistilahan pacik dan duduak muncul untuk membedakan dua genre permainan yang berbeda karakter maupun fungsi.
Sebagai penutup, talempong pacik bukan sekadar alat musik tradisional. Mereka adalah cerminan budaya yang kaya, keterampilan leluhur dan identitas masyarakat Minangkabau. Suara mendengungnya yang harmonis, teknik permainannya khas, serta perannya dalam upacara adat menjadikan talempong sebagai warisan budaya tak benda yang patut kita lestarikan bersama.



